Prinsip Kerja Motor 2 Langkah
1. langkah isap dan kompresi
Piston bergerak ke atas. Ruang dibawah piston menjadi vakum/hampa udara, akibatnya udara dan campuran bahan bakar terisap masuk ke dalam ruang dibawah piston. Sementara dibagian ruang atas piston terjadi langkah kompresi, sehingga udara dan campuran bahan bakar yang sudah berada di ruang atas piston suhu dan tekanannya menjadi naik. Pada saat 10-5 derajat sebelum TMA, busi memercikan bunga api, sehingga campuran udara dan bahan bakar yang telah naik temperatur dan tekanannya menjadi terbakar dan meledak.
Showing posts with label Teknologi Mekanik. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Mekanik. Show all posts
Cara membaca Kode Bearing
Bearing atau bahasa indonesianya disebut bantalan merupakan komponen utama penggerak poros yang berputar. Bearing ( Bantalan ) banyak jenis macamnya, mulai dari bantalan bola ( ball bearing), bantalan jarum (needle bearng), bantalan gesek dan lain sebagainya.
Pengolahan Biji Besi
PENGOLAHAN BIJI BESI
Besi merupakan
logam kedua yang paling banyak di bumi ini. Karakter dari endapan besi ini bisa
berupa endapan logam yang berdiri sendiri namun seringkali ditemukan
berasosiasi dengan mineral logam lainnya. Kadang besi terdapat sebagai
kandungan logam tanah (residual), namun jarang yang memiliki nilai ekonomis
tinggi. Endapan besi yang ekonomis umumnya berupa Magnetite, Hematite, Limonite dan Siderite. Kadang kala
dapat berupa mineral: Pyrite, Pyrhotite, Marcasite, dan Chamosite.Klasifikasi Stainless Steel
Klasifikasi Baja Tahan Karat/Stainless Steel
Pengertian Definisi Baja Tahan Karat
Baja tahan karat merupakan kelompok dari baja paduan yang mempunyai
sifat atau karakterisasi khusus. Ciri umum dari baja tahan karat adalah
kadar kromium (Cr) yang tinggi, tidak kurang dari 12 persen. Kromium
dengan besi (Fe) dalam baja membentuk larutan padat atau solid solution.
Sifat utama dari baja tahan karat adalah ketahanannya yang tinggi
terhadap korosi, disamping memiliki sifat ketangguhan yang tinggi, mudah
di mesin, mudah dibentuk dan mampu las tinggi.
Klasifikasi Baja Tahan Karat
Berdasarkan fasanya, baja tahan karat diklasifikasikan menjadi:
- Baja tahan karat fertitk, 12 – 30 persen Kromium
- Baja tahan karat austenitic, 17 – 25 persen Kromium, 8 – 20 persen Nikel
- Baja tahan karat martensitik, 12 – 17 persen Kromium, 0,1 – 1,0 persen Karbon
Subscribe to:
Posts (Atom)
